METRO

Pengakuan Pemerkosa Karyawati di Angkot

"Siapa saja penumpang wanita yang ada di situ kami jadikan sasaran."

ddd
Jum'at, 16 September 2011, 08:39
Antrean angkot di Terminal Kampung Melayu
Antrean angkot di Terminal Kampung Melayu (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Dia menunduk malu dan tidak banyak bicara. Pengakuan menyesal acap kali keluar dari mulut Yogi, sopir angkutan kota (angkot) D-02 jurusan Lebak Bulus-Pondok Labu yang memperkosa karyawati berinisial RSR.

Wajahnya masih lebam bekas dihajar warga saat dia ditangkap. Sesekali dia mengernyit, menahan rasa sakit di wajahnya yang babak belur. Mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan bercelana pendek, Yogi ditemui wartawan VIVAnews.com Siti Ruqoyah di tahanan Polres Jakarta Selatan, Kamis, 15 September 2011.

Ditanya kenapa dia tega melakukan perbuatan laknat itu, Yogi menjawab dengan gugup, perlahan, dengan kalimat-kalimat singkat. Tangannya terus menarik-narik kancing baju tahanan yang dia kenakan. Berikut kutipan wawancaranya.

Sudah berapa kali Anda memperkosa di dalam angkot?
Saya baru pertama kali

Apakah kenal korban?
Saya tidak kenal dengan korban.

Anda melakukan dalam keadaan sadar apa mabuk?
Sadar.

Memangnya sudah mengincar dia?
Tidak. Siapa saja penumpang wanita yang ada di situ kami jadikan sasaran.

Sehari-hari bekerja apa?
Jadi sopir angkot saja.

Siapa saja yang memperkosa?
Saya meperkosa dan tiga teman saya juga (Andri, Arif, dan Sebastian).

***

Kini Yogi harus meringkuk di tahanan untuk mempertangungjawabkan perbuatan bejatnya. Tiga temannya masih buron dan diburu polisi.

Sebagaimana telah diberitakan, Yogi cs. dengan brutal memperkosa seorang karyawati bernisial SRS (27) di dalam angkot D-02 jurusan Ciputat-Pondok Labu. Korban diperkosa beramai-ramai oleh para lelaki yang diduga merupakan sopir tembak.

Peristiwa ini bermula saat SRS yang tercatat sebagai warga Pondok Gede, pulang kerja sekitar pukul 00.30 pada Kamis lalu, 1 September 2011. Saat menunggu kendaraan di di kawasan Cilandak untuk melanjutkan perjalanan ke arah Pasar Rebo, Jakarta Timur, sebuah mikrolet D-02 menghampirinya. Salah seorang pelaku, Yogi, menawari mengantarnya sampai Pasar Rebo.

Karena sudah tidak ada angkutan umum, SRS akhirnya naik. Tapi, dalam perjalanan, dua pelaku lain yang duduk di bangku belakang malah menyekap dan lalu memperkosanya. 

Pemerkosaan berlangsung selama mikrolet itu berjalan dan berputar-putar di wilayah Trakindo hingga Cilandak. Setelah puas melakukan aksi iblis itu, SRS dibuang di perumahan Marinir, Pemancingan, Cilandak. Beberapa barang korban, seperti BlackBerry Gemini, ponsel Esia, uang tunai Rp700 ribu, dirampas. (kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sajangnimkorea.bos
23/06/2012
duh nie orang,,,,,,,mending di sarkem ajh bos,,,,,,,,,tinggal pilih,,,maunya yang gratisan,,emngnya barang negara zaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,ap pke sabun ajh ngirit tu
Balas   • Laporkan
liemuchan
05/02/2012
harusnya yg kayak gini. di siarkan diseluruh indonesia sewaktu dihukum matinya... biar semua warga indonesia tau hukumannya. jgn cuma dipenjara doang,kalo cuma dipenjara gak akan kapok, hotel gratis gitu loch. org kyk gini yg bikin nama indo jelek LMAO..!
Balas   • Laporkan
rswordman
04/02/2012
bikin aja anunya ngk bisa berdiri,biar mampus n biar cwe" pada ngejauh,karna anunya ngk bisa berdiri lg,"di strum di gardu pln" hiqhiqhiqhiqhiq...
Balas   • Laporkan
benheur | 05/02/2012 | Laporkan
setuju gan, tapi mana mungkin pemerintah sempet mikirin hal semacam ini, karena mereka sibuk memperkaya diri...rakyat jadi korban kebejatan iblis.
abi96
12/01/2012
pake vacum clenaner sampai keriput ...
Balas   • Laporkan
rikisolihin
21/12/2011
udah kejadian baru nyesel ,kalo anak dia yg diperkosa atau adiknya gmna .. org kaya gitu ga pantes di kasih maaf ..
Balas   • Laporkan
blue_demon
20/12/2011
yg gini2..di garap aja d penjara ntar..biar tau rasanya d perkosa..
Balas   • Laporkan
fathulk
13/10/2011
diserahin aja ke pihak kelurga korbannya, terserah degh mw diapain tuh ama keluarga korban, atau dibunuh aja degh. ngga ada HAM bt manusia binatang seperti itu ..
Balas   • Laporkan
Joe
10/10/2011
Tindak Tegas Pelaku..! Ngga di jalan, ngga di kerjaan, tetep aja ngga pake OTAK..!
Balas   • Laporkan
fikrianto
10/10/2011
Hukum yan seberat-beratnya
Balas   • Laporkan
Rahmad Hendri Lubis
07/10/2011
apalagi yang di tunggu pemerintah,,,,,,berlakukan kembali petrus,,,obat tuk shok therapy para kriminal,,,pasti aman negeri ini
Balas   • Laporkan
arsenalic | 12/10/2011 | Laporkan
wahaha....bener bro....cocok tu.... gak cuman preman jalanan ja.... koruptor2 juga perlu digituin....


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id