METRO

Pemerkosaan Marak, Polisi Razia Angkot

Dari beberapa kejadian, pelaku perampokan dan pemerkosaan adalah sopir tembak.

ddd
Kamis, 15 September 2011, 12:40
Angkutan kota di terminal
Angkutan kota di terminal (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Angkutan umum kota alias angkot kerap dijadikan sarana kejahatan di Jakarta belakangan ini. Para pelaku selalu mengincar wanita untuk dijadikan korbannya. Tak cukup hanya melakukan perampokan, sejumlah korban bahkan mengalami pemerkosaan.

Dari beberapa kejadian, pelaku perampokan dan pemerkosaan adalah sopir tembak. Mereka biasanya melakukan aksinya secara berkelompok, atau lebih dari dua orang dan beraksi pada malam hari.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa meminta kepada masyarakat melihat dengan seksama sebelum naik angkut umum. Curigai kendaraan yang memasang kaca gelap. Bagi penumpang perempuan pastikan ada banyak penumpang di dalamnya khusunya ada penumpang perempuan.

Guna menjawab peningkatan kasus kejahatan di dalam angkutan umum, akan segera dilakukan razia gabungan bersama Dinas Perhubungan Jakarta. Khususnya angkutan jenis kecil di pinggiran Jakarta.

"Untuk menindak urusan Reserse, sepanjang ada petugas lalulintas tetap ada kewajiban menindak. Setiap malam ada lebih dari 100 kendaraan patroli untuk menjaga sepanjang jalan, baik motor dan mobil," ujarnya

Ditambahkan Royke, selama ini hampir 60 persen angkutan umum memang tidak melakukan uji kir atau kelayakan kendaraan. Permasalah lain adalah maraknya sopir tembak dalam sistem menarik angkot. Bahkan kebanyakan dari mereka tidak memiliki SIM

"Akan ditertibkan bagi sopir tembak. Bila tidak ada surat keterangan dari pemilik kendaraan akan ditindak," katanya.

Kepala Bagian Operasional Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sujarno, selama tahun 2011, kasus pemerkosaan mencapai 40 kasus. Dari jumlah itu, kejadian di dalam angkot memang terbilang lebih sedikit dari kasus pemerkosaan lain.

Sebelumnya, kasus pemerkosaan di dalam angkot yang berujung pembunuhan menimpa mahasiswa Bina Nusantara bernama Livia Pavita Solistio. Empat sopir angkot tembak M24 jurusan Slipi-Binus-Kebon Jeruk, adalah pelakunya. Polisi sudah menangkap mereka.

Dari pengakuan para tersangka, sejak awal mereka memang sudah mempersiapkan diri untuk merampok, dan mengincar siapa saja wanita yang naik angkotnya. Pelaku kemudian berputar-putar dan membawa Livia ke sebuah istal kuda di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat. Di tempat ini aksi pemerkosaan dilakukan.

Dalam keadaan tak bernyawa, sekitar pukul 16.30 WIB, mayat Livia kemudian dibuang di kawasan Cisauk, Tangerang, Banten. Baru pada Minggu, 21 Agustus 2011, jenazah Livia ditemukan dalam kondisi yang susah dikenali lagi.

Kasus serupa menimpa seorang karyawati bernisial SRS (27) di dalam angkot D-02 jurusan Ciputat-Pondok Labu. Korban digilir empat orang yang diperkirakan kuat adalah sopir tembak.

Peristiwa ini bermula saat SRS  yang tercatat sebagai warga Pondok Gede, pulang kerja sekitar pukul 00.30 pada Kamis, 1 September 2011. Saat menunggu kendaraan di di kawasan Cilandak untuk melanjutkan perjalanan ke arah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Saat itu mikrolet D-02 menghampirinya, salah seorang pelaku, Yogi menawarkan akan mengantar sampai ke Pasar Rebo.

Karena sudah tidak ada angkutan umum, SRS akhirnya mau naik. Tapi dalam perjalan, dua pelaku yang ada di bangku belakang malah menyekapnya dan memaksa melakukan hubungan badan. Korban menolak. Korban lalu dipaksa membuka baju dan diperkosa di dalam angkutan tersebut.

"Mulut dibekap, kaki dan tangan diikat, Korban juga diperkosa bergilir tiga pelaku lainnya, yakni Yogi, Aris, dan Sebastian, " kata Wakasatlantas Polres Jakarta Selatan, Komisaris Sungkono.

Pemerkosaan berlangsung selama mikrolet itu berjalan dan memutar-mutar di wilayah Trakindo hingga Cilandak. Setelah puas melakukan aksinya, korban dibuang di perumahan Marinir, Pemancingan, Cilandak.

Beberapa barang bawaan korban, seperti Blackberry Gemini dan ponsel Esia, juga dirampas pelaku. Kini polisi masih memburu tiga pelaku lain yang masih buron.

Perampokan yang korbannya wanita juga terjadi di Depok, Jawa Barat. Elvira, 40, warga Beji dibawa berputar-putar oleh pelaku setelah naik dari kawasan PLN Jalan Arif Rahman Hakim.

Di dalam angkot rupanya sudah ada empat penumpang yang tak lain adalah pelaku. Orang yang duduk di sebelahnya membekap mulut dan menodongkan pistol  sambil mengancam akan membunuh jika melawan.

Elvira dipaksa mencairkan uang dari ATM-nya sebesar Rp15 juta. Untuk menghilangkan jejak, Elvira kemudian di buang di kawasan Kampung  Rawa Kalong, Setia Mekar, Tambun Selatan, Bekasi. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
blue_demon
20/12/2011
wanita wajib bawa semprotan merica ato sengat listrik...untuk antisipasi kejahatan..waspadalah..waspadalah!!!
Balas   • Laporkan
putra laut
30/10/2011
pemerkosaan diatas angkutan sepertinya ada kaitannya dengan pengedaran film porno produksi jepang, dimana penumpang perempuan dijadikan bahan lecehan dan diperkosa rame".... harap pemerintah segera menanggulangi....
Balas   • Laporkan
nata
30/10/2011
wah emang moral bangsa mulai kacu. kok tega" nya sih apa mereka udah gak punya hati nurani tuh! pak polisi tolong patroli malam and siang nya lebih di tingkatkan lagi dong biar hal" seperti itu bisa di cegah! selamat bertugas dan good luck yea pak polisi
Balas   • Laporkan
Ole
13/10/2011
Masya Allah... Sungguh Manusia Sekarang Bnyak yg Tak Punya Otak...
Balas   • Laporkan
didikputune MbahBari Yang ke Duabelas
02/10/2011
gusti Allah Tidak Tidur.biar allah yg membalas perbuatan yg bejatt itu.kl aq ketemu pelakunya dan sang korban msh saudaraku.paling aq kuliti hidup hidup baru di masukan penjara.adi ambil hikmahnya saja.agar kita lbh hati hati setiap melangkahkn kaki.
Balas   • Laporkan
hamba
02/10/2011
yg hrs d perhatikan kitanya sendiri,sebgai cewe kdg juga suka g sadar atau malah sengaja berpakaian yg menarik perhatian org lain tuk mlakukan niat jahat,sekiranya berpakaian yg arip dan sopan mungkin lebih baik daripada seronok ikut mode jaman skrg.hti2.
Balas   • Laporkan
dzisux | 06/10/2011 | Laporkan
menurut saya kejahatan gak pandang bulu. mau yg berpakaian sopan ataupun tidak. contohnya saja LIVIA, dia pulang dari kampus naik M24, dan gak mgkin dong dia dari kampus pake tanktop atau hotpants? tapi nyatanya mereka tetap saja brbuat jahat (memperkosan
det
02/10/2011
ditindak aja c...emang angkot udah harus di tertibkan...kalo bisa mah ya kita sama-sama jaga aja...kalo bisa berbuat knp ga bertindak???....
Balas   • Laporkan
fitrah bloondd
02/10/2011
. pokok.x salah smua ,
Balas   • Laporkan
yadi
24/09/2011
ada aja orang sadis kaya gitu,,dunia udah kacau,,
Balas   • Laporkan
hermansyah
24/09/2011
hukum gantung aza
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com