METRO

Musim Kemarau, Kebakaran di Jakarta Meningkat

Korsleting listrik menjadi penyebab utama peristiwa kebakaran di Jakarta.

ddd
Jum'at, 9 September 2011, 19:42
Kebakaran di Tambora
Kebakaran di Tambora (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Kejadian kebakaran di Jakarta terus meningkat. Sedikitnya, lima kejadian kebakaran melanda permukiman penduduk setiap hari. Jumlahnya dipastikan akan terus meningkat memasuki musim kemarau seperti sekarang ini. 

Hari ini, kebakaran melanda bengkel mobil di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, sekitar pukul 14.30 WIB. Mobil Suzuki Carry B 1823 TVD terbakar saat dilakukan pengelasan pada bagian tangkinya. Sejumlah mobil dan bangun bengkel di lokasi itu hangus terbakar.

Sekitar pukul 15.00 WIB, kebakaran melanda permukiman penduduk di Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat. Sebanyak 26 unit mobil pemadam dikerahkan untuk meredakan kobaran api. Arus pendek lagi-lagi menjadi biang keladi penyebab kebakaran yang melanda kawasan RT 2 dan 3, RW 10 itu.

Kebakaran paling lama yang terjadi hari ini melanda kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Kobaran api terjadi sejak pukul 15.00 WIB hingga 17.20 WIB, saat ini masih dilakukan pendinginan. Ada 24 unit mobil pemadam yang kerahkan. Diperkirakan ada 160 kepala keluarga atau sekitar 640 jiwa yang menjadi korban kebakaran ini.

"Angin kencang memang menyulitkan dalam pemadaman. Diduga arus pendek dari rumah kosong. Memang sempat ada kericuhan, karena warga berebut selang pemadam," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Paiman Napitupulu, Jumat, 9 September 2011.

Kebakaran lainnya juga terjadi pada petang ini di kawasan Rawa Sari, Jakarta Barat. Saat ini, sejumlah unit pemadam sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Dinas Kebakaran DKI Jakarta mencatat jumlah kebakaran di Jakarta selama Ramadan dan lebaran mencapai 141 kasus dengan total kerugian sebesar Rp30,07 miliar. Sementara itu, akumulasi jumlah kebakaran dari Januari hingga 25 Agustus 2011, mencapai 564 kejadian dengan kerugian Rp106,66 miliar.

Terdapat korban meninggal 11 jiwa, dan luka-luka 53 yang terdiri atas 46 warga serta tujuh petugas Damkar. Jumlah penghuni yang kehilangan tempat tinggal mencapai 2.713 kepala keluarga atau 9.362 jiwa.

Penanganan telah dilaksanakan melalui pengerahan unit-unit yang ada hingga mencapai 5.120 unit. Selain itu, dengan sosialisasi dan imbauan agar masyarakat selalu berhati-hati.

Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengatakan, buruknya penataan tata ruang di Jakarta menjadi salah satu sebab utama terjadinya kebakaran. Bila hal ini masih menjadi persoalan, dapat mengancam Jakarta jadi kota modern.

Penataan daerah padat penduduk, memang tidak mudah dilakukan, tapi pembinaan menjadi hal utama agar masyarakat sadar dengan bahaya kebakaran akibat penggunaan listrik yang tidak baik.

Saat ini, selain kemacetan dan banjir, kebakaran juga menjadi ancaman warga Jakarta. Dalam setahun lebih dari 800 kali kejadian kebakaran. Zona merah kebakaran berada di 53 kelurahan dan 97 pasar tradisional di Jakarta. Perda RTRW 2030 diharapkan dapat mengatasi pemasalahan ini. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com