METRO

Pilkada Kota Bekasi Dianggarkan Dua Putaran

KPU antisipasi preseden sebelumnya, pilkada digelar dua putaran

ddd
Selasa, 26 Juli 2011, 21:21
Ilustrasi memilih di Pilkada
Ilustrasi memilih di Pilkada (Tudji Martudji | VIVAnews)

VIVAnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, mengajukan dana sebesar Rp40 miliar rupiah, untuk mengantisipasi jika Pilkada Kota Bekasi akhir tahun 2012 mendatang, berakhir pada sengketa di Mahkamah Konstitusi. KPU langsung mengajukan anggaran untuk dua putaran.

"Putaran pertama akan berlangsung 23 Desember 2012. Dana itu cukup apabila Pilkada harus dilalui dua putaran, dan juga harus berakhir di MK kalau ada sengketa," kata Ketua KPU Kota Bekasi, Tb Hendy Irawan, di Bekasi, Selasa 26 Juli 2011.

Sejauh ini agar dana sebesar itu bisa di akomodir melalui APBD 2012, Hendy mengaku sudah berdialog dengan Pelaksana Tugas Walikota Bekasi, Rahmat Effendi. "Kami juga selalu berkoordinasi untuk menyamakan persepsi, menghadapi Pilkada," katanya.

KPU Kota Bekasi sengaja mengajukan dana yang besar, untuk mengantisipasi apabila Pilkada Kota Bekasi berjalan tidak mulus atau ada gugatan dari calon yang merasa dirugikan. "Sebenarnya untuk Pilkada satu putaran hanya memerlukan dana Rp27 miliar," kata Hendy lagi.

Putaran pertama Pilkada Kota Bekasi 23 Desember 2012, bila terjadi putaran kedua akan berlangsung 27 Januari 2013 serta bila ada sengketa kasusnya akan diputus oleh MK 2 bulan kemudian. "Pilkada sudah kita siapkan, jangan sampai ada kekosongan pemimpin," kata Hendy.

Agar tidak membebani APBD Hendy sendiri berharap dana Pilkada Kota Bekasi bisa dianggarkan dua kali, yakni dari tahun anggaran 2012 dan 2013. "Sebab pelantikan Walikota/Wakil Walikota terpilih baru dilakukan pada tanggal 10 Maret 2013," ujarnya.

Pemabahasan Rancangan APBD Kota Bekasi tahun 2012 sendiri, sudah akan dilakukan akhir tahun ini. Dana untuk KPU Kota Bekasi, akan dialokasikan untuk berbagai hal dari mulai sosialisasi, honor panitia pemilihan, hingga pengadaan alat pemilu.

Tahapan Pilkada Kota Bekasi, baru akan berlangsung pada bulan September 2012. "September tahun depan kita akan mulai pendataan pemilih, pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Kalau pendaftaran calon walikota, baru bulan Oktober 2012."

Pemutakhiran Data Pemilih

Saat ini KPU Kota Bekasi terus melakukan pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) bekerja sama dengan Dinas Kependudukan Kota Bekasi. "Pemutakhiran data rutin kami lakukan tiga bulan sekali, dan sesuai data terakhir angka pemilih dipastikan meningkat hingga 500 ribu. Tapi angka itu akan terus berubah, karena verifikasi terus dilakukan," ucapnya.

DPT di Kota Bekasi pada Pilkada sebelumnya hanya 1,1 juta jiwa, namun kini meningkat menjadi 1,6 juta jiwa. Jumlah penduduk Kota Bekasi saat ini mencapai 2,4 juta jiwa lebih. "Kami juga minta agar Kecamatan di wilayah perbatasan untuk antisipasi mobilisasi masa. Makanya kita minta jangan sampai ada pemilik KTP ganda," ujarnya.

Pilkada Kota Bekasi tahun depan akan diramaikan dengan calon non-partai atau independen. "Syaratnya harus punya foto kopi KTP dan tanda tangan dukungan asli, dari 3 persen jumlah penduduk. Syarat itu harus menyebar di 50 persen kecamatan, sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah," kata Hendy lagi.

Selain calon independen, ada 3 partai yang diperkirakan siap maju mengusung calon Walikota, yakni PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan PKS. "Syarat minimal 7 kursi di dewan, mereka sudah lebih," katanya.

Laporan Erik Hamzah | Bekasi



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com