METRO

2027 Jakarta Lebih Maju dari Singapura?

Hal itu mungkin terjadi apabila Jakarta Masterplan 2030 dapat berjalan dengan baik.
Kamis, 14 Juli 2011
Oleh : Eko Priliawito, Dwifantya Aquina
Singapura

VIVAnews - Jakarta diminta  belajar dari success story Singapura, mengingat sebagai ibukota pemerintahan sekaligus pusat ekonomi Indonesia, Jakarta mempunyai berbagai masalah mulai dari kemacetan, dan sistem transportasi yang tak memadai.

Kurangnya daerah hijau, dan padatnya penduduk tanpa disertai perumahan yang terjangkau oleh masyarakat kelas bawah membuat persoalan di Jakarta teramat kompleks.

Global Nexus Institute (GNI) menggelar acara The Jakarta Master Plan Summit, yang bertujuan untuk mendorong pembangunan kota Jakarta yang diprediksi pada 2027 mendatang dapat setara bahkan lebih maju dari Singapura.

Hal itu mungkin terjadi apabila Jakarta Masterplan 2030 atau lebih dikenal dengan sebutan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Jakarta 2030, yang saat ini masih menunggu putusan DPRD DKI, berjalan dengan baik.

Dalam acara ini GNI mengundang Khoo Peng Beng, arsitek yang mewakili Singapura dalam Venizie Biennalle, pameran arsitektur terbaik di dunia. Dia menyatakan bahwa dunia perlu 1.000 kota seperti Singapura yang nyaman dan ramah lingkungan, dan dia berpendapat Jakarta dapat menjadi salah satu dari bagian itu.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, hadir membuka acara ini. Dalam kesempatan itu, Fauzi mengutarakan satu pemikiran filosof Yunani, Plato, yang mengatakan "Bagaimana kota kita, tergantung bagaimana penduduknya."

Menurut Fauzi, pemerintah kota dan pemerintah pusat membuat kebijakan dan mengatur kota-kota tetapi pada akhirnya penduduknya sendiri yang membentuk dan menghasilkan kota dimana mereka tinggal.

"Kota tidak hanya sekedar bangunan dan arsitektur, tetapi yang paling penting adalah orang-orang yang tinggal disana dan bagaimana mereka menginginkan kehidupan mereka. Pada akhirnya peradaban dan kebudayaan menentukan pengelolaan kota dan bagaimana itu terbentuk," ujar Fauzi Bowo saat membuka acara The Jakarta Masterplan Summit; Jakarta vs Singapore: A Comprehensive Comparison, di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Kamis, 14 Juli 2011.

Hingga saat ini, posisi Jakarta memang masih berada di bawah Singapura. Namun, Fauzi memastikan pembangunan terus diupayakan, salah satunya adalah dengan adanya Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2030. Jakarta Masterplan akan menentukan pola dan pemanfaatan ruang, ekonomi, transportasi dan lingkungan di Jakarta.

"Dapat kah 1.000 kota seperti Singapura didirikan di dunia? Penduduk Jakarta perlu diyakinkan untuk berubah secara kultural dan saya tidak yakin ini apakah ini jalan yang penduduk Jakarta ingin lakukan," ungkapnya.

Sementara itu, GNI mengungkapkan tiga kesuksesan Singapura yang dapat dipelajari Jakarta, antara lain:

1. Kiat membangun perumahan. Sampai saat ini, fasilitas perumahan yang higienis dan layak masih sangat kurang di Jakarta yang diakibatkan oleh kelemahan kelembagaan yang kurang terpadu. Jakarta perlu melihat bahwa rahasia sukses Singapura adalah sinergi Central Provident Fund (CPF) Dana Jaminan Sosial yang dapat digunakan untuk membeli rumah dari Housing Development Board (HDB). Hasilnya 85% rakyat Singapura memiliki rumah dalam 1 generasi.

2. Rencana Tata Ruang dan Wilayah Singapura mewajibkan 40% kawasan hijau, 40% fasilitas umum seperti bandara, pelabuhan, jalan raya sehingga bangunan yang berpenghuni hanya 20%. Dalam komposisi seperti ini maka kota Singapura teratur rapi dan fungsional.

3. Sistem transportasi efisien termasuk operasional pelabuhannya menjadikan Singapura menjadi pusat transportasi terbesar di Asia Tenggara. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found