METRO

Usulan Tarif Jalan Berbayar Rp100 Ribu Dikaji

Penentuan tarif harus melalui berbagai pertimbangan.

ddd
Sabtu, 2 Juli 2011, 06:39
Jalan memakai sistem ERP
Jalan memakai sistem ERP  

VIVAnews - Ditlantas Polda Metro Jaya mengusulkan tarif jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) berkisar Rp75.000 sampai Rp100.000. 
Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menyatakan setuju-setuju saja asalkan melalui berbagai pertimbangan.

"Usulan itu bagus, dengan tarif semahal mungkin masyarakat akan berpikir dua kali jika ingin melewati kawasan ERP," ujar Pristono saat ditemui di kantornya, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Beberapa pertimbangan itu, jelas Pristono, antara lain melihat besaran tarif negara tetangga yang sudah lebih dulu menerapkan ERP. Kemampuan masyarakat membayar joki, dan tarif Tol Dalam Kota. Setelah itu, lanjut dia, usulan tarif akan dipaparkan kepada Gubernur untuk kemudian ditetapkan.

"Di Singapura, sekali lewat itu kendaraan harus membayar 1-2 Dollar Singapura atau sekitar Rp7000. Kalau di Stockholm dan London tarifnya lebih mahal lagi," ungkap dia.

Masalah tarif ini, menurut Pristono masih akan dikaji lagi sembari menunggu peraturan pemerintah (PP) turunan UU Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah.

"Usulan dari Ditlantas Polda bagus tapi harus kami kaji lagi. Kami akan menggunakan tarif retribusi daerah, sekarang kita masih menunggu PP nya yang masih dibahas di Kementerian Keuangan," jelasnya.

Sebelumnya, Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya berharap pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan tarif yang sangat mahal bagi kendaraan yang ingin menggunakan fasilitas jalan berbayar atau Electronic Road Pricing saat jam-jam sibuk. Dengan tarif mahal, maka akan menjadi pertimbangan masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi.

"Pelaksanaan ERP itu tujuannya untuk mengurai kemacetan dan menyadarkan masyarakat agar  menggunakan angkutan umum. Jadi tarifnya harus dipatok semahal mungkin," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Royke Lumowa saat dihubungi VIVAnews.com.

Menurut dia, tarif yang dinilai pantas untuk ERP berkisar Rp75.000 sampai Rp100.000. Nilai tarif ini harus diberlakukan saat jam sibuk kendaraan seperti pukul 06.00 – 09.00 WIB dan 16.00 – 19.00 Wib.

Tarif mahal juga harus diberlakukan kepada sejumlah fasilitas parkir yang berada di sekitar lokasi jalan pelaksanaan Jalan Berbayar.  (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rakyat_kecil
08/09/2011
Kalau DKI-POLISI-DISHUB mau cari duit dari jalan mah gampang, dp pusing mikirin tarif jln berbayar mending jualan stiker bebas melalui semua jalan JKT yang harganya 1,2 jt setahun utk kendaraan roda >4 dan 600 rb utk kend. rd 2. MUDAHKAN?
Balas   • Laporkan
kusyanto
04/07/2011
"menyadarkan masyarakat agar menggunakan angkutan umum"...yang gk sadar-sadar pemerintah tidak menyiapkan transportasi yang layak untuk masyarakat!!
Balas   • Laporkan
tola-tole
02/07/2011
gak lewat jalan itu gpp, nanti jalan yang lain jadi macet....ZZZZZZZZZZZZZZZZZZ
Balas   • Laporkan
Poniman Lau
02/07/2011
Kalau di Sinagpur cocok diterapkan.Karena fasilitas transportasi mereka memang nyaman, bagus dan bersih.Jadi orang berdasi pun gak risih menggunakannya.Kalau Jakarta transport apa yang nyaman dan tepat waktu?
Balas   • Laporkan
henzo
02/07/2011
untuk menyadarkan masyarakat naik angkutan umum harusnya angkutan umumnya dulu yang di buat senyaman mungkin, kl naik kopaja,metromini mana kenyamanannya ... copet ma pengamen yang bnyk. ...
Balas   • Laporkan
selalu saja solusi seperti ini yang dipertimbangkan pemerintah... ini sama aja dengan rencana menekan penggunaan BBM bersubsidi dengan menggandeng MUI... apa ga ada sulusi yang lebih baik dan lebih mendidik kesadaran masyarakat... negara bebek...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id