METRO

Commuterline, Penumpang "Disiksa" Jadwal

Rute yang paling banyak mengalami pengurangan jadwal adalah lintas Bogor-Tanah Abang.

ddd
Jum'at, 1 Juli 2011, 11:16
Kereta KRL Commuter Line
Kereta KRL Commuter Line (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews - Ujicoba pola operasi tunggal KRL memasuki hari kedua, Jumat 1 Juli 2011. Besok, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) resmi memberlakukan aturan baru itu. Namun, pola baru itu masih saja dikeluhkan penumpang.

Operasi tunggal adalah mekanisme baru yang mengharuskan seluruh rangkaian kereta Jabodetabek berhenti di setiap stasiun, termasuk kereta rangkaian listrik ekspres Jabodetabek.

Dengan berlakunya pola operasi ini, maka hanya ada dua kereta yang dijalankan yaitu kereta ekonomi yang mendapat subsidi dari pemerintah dan kereta Commuter Line yang nonsubsidi.

Menurut juru bicara komunitas pengguna kereta, KRL Mania Agam Faturrahman, penumpang dirugikan dengan pemangkasan jadwal perjalanan KRL. Rute yang paling banyak mengalami pengurangan jadwal adalah lintas Bogor-Tanah Abang. "Khususnya pada jam sibuk pulang kantor," kata Agam kepada VIVAnews.com.

Agam menjelaskan, sebelum pemberlakuan operasi tunggal, ada lima perjalanan KRL Ekspres dari Stasiun Tanah Abang menuju Bogor pada sore hari, yaitu 16.42, 16.50, 17.18, 17.37 dan 18.42 WIB. Tapi sekarang, lanjutnya, hanya ada dua pemberangkatan Commuter Line yaitu pukul 17.13 dan 17.25. Dan yang satunya hanya sampai Depok.

"Kami selama ini merasakan sendiri kepadatan yang di luar normal jika ada salah satu dari Ekspres di atas batal. Maka tidak bisa dibayangkan jika lima dari pemberangkatan itu diperas jadi hanya dua perjalanan saja. Itu
sama saja dengan tiga dibatalkan dan pembatalannya permanen," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di Stasiun Sudirman (dulu Dukuh Atas) kemarin sore, Commuter Line pukul 17.13 penuh sesak. Saking penuhnya, ada seorang ibu hamil yang kesulitan saat menaiki kereta, berebutan dengan penumpang lain. Kepadatan juga dipicu oleh terlambatnya kedatangan KRL. Kereta baru berangkat menuju Bogor pukul 17.30 WIB.

Meski begitu, Agam menjelaskan, secara umum penumpang tidak keberatan dengan aturan yang mengharuskan semua KRL berhenti di setiap stasiun. "Karena memang pola itu baru mengubah tidak ada penyusulan KRL saja," terang dia. Untuk itu, penumpang berharap PT KCJ memperbaiki pelayanan sehingga masalah klasik seperti keterlambatan hingga AC rusak bisa diminimalisir. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
fan_fan
04/07/2011
Ini mah, bukan Commuter Line Tapi KEMIDI PUTER. gayanya doank pake bahasa Asing. Sarana, Waktu, dan pelayanannya gak sebanding dengan Harga yg di keluarkan konsumen. laporkan ke YLKI aja.
Balas   • Laporkan
wagunemen
01/07/2011
teknologi traffic control kretanya masih belum bagus,mungkin manual kali ya. jd uji coba kali ini banyak kendala.
Balas   • Laporkan
freeman
01/07/2011
sedih banget kalo merenungkan nasib bangsa ini. memang terlalu.
Balas   • Laporkan
obinku | 01/07/2011 | Laporkan
Negara lain sudah memikirkan kereta peluru. kita masih yg itu-itu saja, dan tidak kunjung lebih baik, selalu alasanya terkendala dana, menunggu pinjaman dari luar. (Sebegitu miskin kah negara Indonesia ini?)
rayk4421
01/07/2011
Bukannya makin maju dan cepat dalam bertransportasi ini malah makin LELET dan kacau balau ....dasar emang gak pada punya otak tuuh orang2 KAI....KORUPSI aja ditingkatkan.
Balas   • Laporkan
simartanto
01/07/2011
sesuatu yang dipegang/dikelola bukan oleh ahlinya tunggu saja kehancurannya.. benar begitu pak BHD & FN
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com