METRO

Commuterline, Penumpang "Disiksa" Jadwal

Rute yang paling banyak mengalami pengurangan jadwal adalah lintas Bogor-Tanah Abang.
Jum'at, 1 Juli 2011
Oleh : Desy Afrianti
Kereta KRL Commuter Line

VIVAnews - Ujicoba pola operasi tunggal KRL memasuki hari kedua, Jumat 1 Juli 2011. Besok, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) resmi memberlakukan aturan baru itu. Namun, pola baru itu masih saja dikeluhkan penumpang.

Operasi tunggal adalah mekanisme baru yang mengharuskan seluruh rangkaian kereta Jabodetabek berhenti di setiap stasiun, termasuk kereta rangkaian listrik ekspres Jabodetabek.

Dengan berlakunya pola operasi ini, maka hanya ada dua kereta yang dijalankan yaitu kereta ekonomi yang mendapat subsidi dari pemerintah dan kereta Commuter Line yang nonsubsidi.

Menurut juru bicara komunitas pengguna kereta, KRL Mania Agam Faturrahman, penumpang dirugikan dengan pemangkasan jadwal perjalanan KRL. Rute yang paling banyak mengalami pengurangan jadwal adalah lintas Bogor-Tanah Abang. "Khususnya pada jam sibuk pulang kantor," kata Agam kepada VIVAnews.com.

Agam menjelaskan, sebelum pemberlakuan operasi tunggal, ada lima perjalanan KRL Ekspres dari Stasiun Tanah Abang menuju Bogor pada sore hari, yaitu 16.42, 16.50, 17.18, 17.37 dan 18.42 WIB. Tapi sekarang, lanjutnya, hanya ada dua pemberangkatan Commuter Line yaitu pukul 17.13 dan 17.25. Dan yang satunya hanya sampai Depok.

"Kami selama ini merasakan sendiri kepadatan yang di luar normal jika ada salah satu dari Ekspres di atas batal. Maka tidak bisa dibayangkan jika lima dari pemberangkatan itu diperas jadi hanya dua perjalanan saja. Itu
sama saja dengan tiga dibatalkan dan pembatalannya permanen," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di Stasiun Sudirman (dulu Dukuh Atas) kemarin sore, Commuter Line pukul 17.13 penuh sesak. Saking penuhnya, ada seorang ibu hamil yang kesulitan saat menaiki kereta, berebutan dengan penumpang lain. Kepadatan juga dipicu oleh terlambatnya kedatangan KRL. Kereta baru berangkat menuju Bogor pukul 17.30 WIB.

Meski begitu, Agam menjelaskan, secara umum penumpang tidak keberatan dengan aturan yang mengharuskan semua KRL berhenti di setiap stasiun. "Karena memang pola itu baru mengubah tidak ada penyusulan KRL saja," terang dia. Untuk itu, penumpang berharap PT KCJ memperbaiki pelayanan sehingga masalah klasik seperti keterlambatan hingga AC rusak bisa diminimalisir. (adi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found