TUTUP
TUTUP
METRO

Kebijakan Ganjil Genap dan ERP Berkaitan

Pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap dapat diterapkan dalam waktu dekat.
Kebijakan Ganjil Genap dan ERP Berkaitan
Kemacetan di Jakarta  (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Penerapan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap merupakan upaya awal sebelum kebijakan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) diberlakukan. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono.

Menurut Pristono, penerapan sistem dengan nomor pelat ganjil genap, akan diujicobakan saat digelar ajang Sea Games 2011 di Jakarta pada November nanti, sambil menunggu sosialisasi sistem jalan berbayar dan kesiapan masyarakat.

"Ini sedang disiapkan kajiannya, tentu harus ada korelasinya dengan ERP. Dengan ganjil genap artinya kita tidak butuhkan peralatan canggih dalam waktu dekat, kita bisa lakukan secara manual," kata Pristono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 24 Juni 2011.

Sistem ini telah suskes diterapkan di sejumlah kota besar di luar negeri, seperti Bogota, Beijing, dan Singapura. Sementara di Jakarta, sistem ganjil genap akan diterapkan pada jalur 3 in 1 dan kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Penetapan sistem ini dirasa masih menjadi solusi paling tepat untuk mengurangi kemacetan ibu kota dalam waktu singkat menjelang perhelatan olah raga internasional.

"Kalau ERP memerlukan waktu, sedangkan kami sebentar lagi akan menyambut tamu negara, sehingga kita harus siapkan cara pengaturan lalu lintasnya," ujarnya.

Kebijakan ini tentunya akan diuji coba setelah ada persetujuan dari Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo. Dalam waktu dekat, Dishub DKI bersama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya, akan memaparkan kajian mengenai hal ini kepada gubernur. "Kalau Gubernur tidak setuju, ya kita menunggu ERP," tuturnya. (eh)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP