METRO

"Kasus Wayan Koster Untuk Gembosi PDIP"

Tujuannya tak jauh, agar suara PDIP di Bali dan Indonesia secara keseluruhan gembos."
Rabu, 22 Juni 2011
Oleh : Arry Anggadha
PDIP

VIVANews – Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menuding politisi PDI Perjuangan, I Wayan Koster, terlibat dalam kasus suap wisma atlet SEA Games. Bagi PDIP, tudingan tersebut adalah bagian dari kampanye hitam untuk menggembosi citra partai berlambang kerbau itu.

Ketua DPD PDIP Bali, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi. Tjok Rat – sapaan Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi – menuding isu keterkaitan I Wayan Koster dalam kasus tersebut sebagai upaya kampanye hitam menjelang Pemilukada Kabupaten Buleleng pada 2012, yang geliatnya mulai panas sejak kini.

"Itu semua diarahkan ke ranah politik. Tujuannya satu, menjatuhkan suara PDIP di Bali yang mayoritas," kata Tjok Rat, saat ditemui di sela-sela pameran foto Bung Karno, di aula DPRD Bali, Rabu 22 Juni 2011.

Selain untuk kepentingan Pemilukada Buleleng, Tjok Rat juga menilai kasus Koster dimunculkan ke publik untuk menjegal PDIP pada Pemilu 2014 mendatang. “Itu juga akan berkaitan dengan Pemilu 2014. Tujuannya tak jauh, agar suara PDIP di Bali dan Indonesia secara keseluruhan gembos,” jelasnya.

Kendati begitu, ia tak mau mencari kambing hitam siapa yang memainkan isu seperti itu. jika pun ada, Ketua DPRD Bali ini enggan mencampurinya lebih jauh. “Ya, tidak usah disebut lah,” jawabnya singkat.

Tjok Rat sendiri menyerahkan sepenuhnya nasib Koster kepada DPP PDIP. PDIP Bali tak akan mencampuri dengan memberikan rekomendasi penarikan Koster ataupun memperkuat langkah politisi kelahiran Kabupaten Singaraja tersebut dalam menghadapi persoalan yang sedang membelitnya. “Kita serahkan semua sama pusat. Kita percayakan saja. Apalagi Koster orangnya memang bersih. Tak mungkin ia berbuat seperti itu,” yakin sesepuh Puri Satria, Denpasar ini.

Seperti diberitakan dari Singapura, Muhammad Nazaruddin menuding tak hanya Angelina Sondakh dan Mirwan Amir, namun I Wayan Koster juga dituduh terlibat dalam memainkan anggaran Wisma Atlet SEA Games di Palembang.

Nazaruddin menuturkan uang suap diterima oleh I Wayan Koster sebelum berpindah tanggan ke Angelina Sondakh dan kemudian Mirwan Amir. Kemudian Mirwan Amir membagikan kepada pemimpin Badan Anggaran.

Menurut Nazar, informasi ini disampaikan oleh Angelina Sondakh kepada Tim Pencari Fakta Fraksi Demokrat dalam kasus Wisma Atlet. Pemaparan Angelina Sondakh pun, menurut Nazaruddin, dibenarkan oleh Mirwan. I Wayan Koster sendiri sudah membantah keterlibatannya sebagaimana dituduhkan oleh Nazaruddin. (Laporan Bobby Andalan, Bali)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found