METRO

Uji Coba Pembatasan Premium Dimulai Besok

Uji coba digelar di Terminal Kampung Melayu, dan Terminal Senen, Jakarta Pusat.

ddd
Selasa, 22 Februari 2011, 16:31
SPBU Pertamina
SPBU Pertamina (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi akan  diuji coba pada angkutan umum mulai Rabu 23 Februari 2011 besok. Pembatasan ini akan dilakukan dengan stiker barcode subsidi premium.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, pelaksanaan tersebut akan dilakukan pada dua terminal, yakni Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, dan Terminal Senen, Jakarta Pusat.

"Di terminal tempat beroperasi angkutan umum M01, M01A, dan M01G dengan rute Senen-Kp Melayu," ujar Pristono di Jakarta, Selasa 22 Februari 2011.

Menurut Pristono, stiker barcode yang ditempelkan pada tiap angkutan umum, akan terbaca alat yang sudah terpasang pada lima SPBU bersubsidi di sepanjang terminal itu.

"Begitu masuk SPBU, barcode pada stiker akan terbaca. Jadi mereka tidak bisa melakukan kecurangan, seperti mengisi dua kali," jelasnya.

Dalam uji coba ini, setiap angkutan umum hanya diberi kesempatan satu kali pengisian premium bersubsidi. "Satu kali pengisian jatahnya 30-40 liter," ungkapnya.

Jumlah angkutan yang akan diuji coba sebanyak 409 kendaraan, terdiri dari angkot M01 sebanyak 269 kendaraan, M01A sebanyak 124 kendaraan, M01G yang hanya 16 unit kendaraan.

Sedangkan, lima SPBU yang memberikan fasilitas subsidi yakni SPBU Jalan Jatinegara, Jalan Jatinegara Kecil, Jalan Matraman (sebelah Shell), Jalan Matraman (sebelah Gramedia), dan Jalan Kramat Raya.

Pemilihan lima SPBU itu karena lokasinya sangat strategis. Selain itu, uji coba menggunakan stiker berbarcode ini hanya akan dilakukan hingga akhir Maret.

Setelah dilakukan evaluasi dan diketahui hasilnya cukup baik, maka akan diganti dengan alat yang disebut Radio Frequency and Detefication (RFAD).

Seluruh alat itu akan disiapkan Kementerian ESDM dan Perhubungan. Penerapan akan dilakukan bertahap, setelah stiker berbarcode berhasil diujicoba.

Pemasangan stiker barcode diberlakukan karena subsidi bahan bakar minyak  hanya diberikan kepada kendaraan pelat kuning yang biasa dipakai angkutan umum. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
furians
23/02/2011
Bakalan banyak peluang bisnis ilegal lagi ni klo dibatasin.
Balas   • Laporkan
Armen
22/02/2011
wah .... pembesar di Pertamina mohon Empatinya....??? kalau pembatasan BBM saya setuju - setuju saja tapi buat angkot tolong di pertimbangkan karena sangat berdampak buat masyarakat kecil, lebih baik pengguna mobil pribadi yang di perketat BBM nya
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id