TUTUP
TUTUP
METRO

Polda: Kemacetan di Jakarta Makin Meluas

"Jelas situasi ini sudah sangat mengkhawatirkan."
Polda: Kemacetan di Jakarta Makin Meluas
Macet total (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengaku adanya perluasan kemacetan di ruas-ruas jalan Jakarta. Bahkan perluasan kemacetan juga terjadi hingga wilayah-wilayah perbatasan seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang.

Lalu apa yang pernyebab terjadinya perluasan kemacetan di Jakarta? Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Royke Lumowa, penyebabnya ada tiga faktor.

Pertama, ada pengoperasian busway Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan koridor X (Cililitan-Tanjung Priok).

Kedua, pembangunan proyek jalan layang non-tol Kampung Melayu-Tanah Abang dan Blok M-Cipete. Ketiga, tidak adanya peremajaan angkutan umum yang layak dan aman, serta minimnya feeder busway.

"Ketiga faktor ini menyebabkan terjadinya perluasan kemacetan di Jakarta. Situasi ini mulai terjadi 10 hari terakhir," kata Royke saat berbincang dengan VIVAnews.com, Jumat 21 Januari 2011.

Situasi ini, kata dia, berdampak pada kemacetan hingga belasan kilometer. Seperti yang terjadi di Jalan Duren Sawit mengarah ke Kampung Melayu hingga Casablanca. Selain itu, kemacetan mulai dari Cawang hingga Grogol.

"Kemacetan di jalan-jalan ini, membuat kendaraan hanya bisa melaju 20 kilometer perjam terutama saat jam-jam sibuk. Ditambah lagi adanya sterilisasi jalur busway dan proyek pembangunan jalan layang non-tol," jelas dia.

Selain itu, minimnya angkutan pengumpan (feeder) busway juga mmenjadi masalah, karena akhirnya masyarakat masih saja memilih menggunakan kendaraan pribadi

"Kalau dikatakan masyarakat masih enggan menggunakan angkutan umum cukuplah beralasan, selagi tidak ada angkutan umum yang layak, nyaman, aman, dan manusiawi," ujar dia.

Ia pun kembali menyesalkan sikap Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Perhubungan yang belum juga melakukan peremajaan angkutan umum di Jakarta. "Percuma ada Busway, MRT, dan ERP kalau tidak didukung penyediaan angkutan umum yang layak sebagai sarana pendukung," jelas dia

Kemacetan yang kronis tersebut juga berdampak pada kemacetan di jalan tol dalam kota. Banyak gerbang pintu keluar dan masuk tol yang bersinggungan dengan jalur busway.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, hingga Januari 2011, keberadaan kendaraan bermotor di Jabodetabek terdapat 12 juta unit, dengan rincian 8 juta roda kendaraan roda dua dan 4 juta roda empat.

Ia menambahkan berdasarkan survei yang dilakukan dari 2002 sampai 2010, penggunakan sepeda motor terus meningkat dari 21,2 persen menjadi 48,7 persen. Sedangkan untuk, mobil pribadi dari 11,6 persen menjadi 13,5 persen.

"Tentunya kenaikan pengunaan kendaraan pribadi berdampak pada penuruan penggunaan kendaraan umum. Dari 38,3 persen turun 12, 9 persen. Jelas situasi ini sudah sangat mengkhawatirkan," ujarnya mengakhiri perbincangan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP