METRO

Bekas Ajudan Gus Dur Janji Berantas Preman

Siapa sebenarnya Sutarman dan apa programnya mengatasi masalah Jakarta?

ddd
Senin, 18 Oktober 2010, 13:09
Inspektur Jenderal Sutarman
Inspektur Jenderal Sutarman (Antara/ Fahrul Jayadiputra)

VIVAnews - Berbagai persoalan di Jakarta mulai dari aksi kejahatan dan jaminan keamanan terhadap masyarakat dari aksi teror masih belum terselesaikan. Bahkan ancaman premanisme seakan menjadi persoalan serius dan mengkhawatirkan.

Hal ini kemudian yang dijadikan jargon utama bagi Kapolda Metro Jaya yang baru, Inspektur Jenderal Sutarman ketika hari pertama menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta.

Dengan tegas, Kapolda, berjanji tidak akan memberikan perlakukan khusus bagi pelaku tindakan pidana, khususnya premanisme di wilayah hukumnya. "Kami akan tindak siapa pun yang melakukan pelanggaran dan mengganggu ketenteraman masyarakat," ujar Sutarman kepada VIVAnews.com, Senin 18 Oktober 2010.

Tentunya, lanjut dia, langkah konkret yang dilakukanangkap dan menindak tegas pelanggar pidana. Bisa saja preman atau siapa pun yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Tidak ada pengecualian, semua akan sama di mata hukum dan siapa yang melakukan pelanggaran hukum kita akan lakukan penindakan sesuai dengan alat bukti, dan keterangan saksi yang ada. Tidak ada masyarakat yang eksklusif. Kita juga kalau salah akan ditangkap," tegas mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Bahkan saat disinggung soal aksi organisasi masyarakat yang kerap kali melakukan aksi anarkis, Sutarman kembali memberikan jaminan akan menindak setiap ormas yang terbukti melakukan tindakan melanggar hukum. "Kita tidak peduli dari ormas mana pun, kalau terbukti melakukan tindak pidana, tentunya ya diproses," janji dia.

Namun, jenderal bintang dua yang pernah menjabat sebagai ajudan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan terkait kasus-kasus sebelumnya yang berada di Polda Metro Jaya. Salah satunya bentrokan di Jalan Ampera, pengeroyokan anggota ICW, dan penyerangan kantor majalah Tempo.

"Tentu ini akan jadi prioritas utama kita untuk segera mengungkap kasus itu secara tuntas, begitu juga kasus-kasus lainnya," kata pria kelahiran Sukoharjo 5 Oktober 1957 itu.

Menciptakan Jakarta tenteram, tenang, aman, Kemudian polisinya juga tidak ada yang melakukan pelanggaran merupakan harapan utamanya.

Rasa percaya diri itu semakin kuat, dengan latar belakangnya yang pernah menjabat satuan fungsional di wilayah Polda Metro Jaya sebagai Kapolsek Penjaringan, Kapolsek Kebon Jeruk dan Kapolres Bekasi.

Namun, ayah tiga orang anak itu, juga berharap adanya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, Panglima Daerah Militer (Pangdam) Jaya dan para Muspida lainnya untuk menciptakan keamanan yang kondusif. "Tentunya harus ada persamaan visi dan misi untuk menciptakan situasi yang kondusif," ujarnya.

Ke depan agenda utama Polda, yakni terus berkoordinasi dengan pihak Pemprov DKI Jakarta guna menyelesaikan masalah kemacetan yang semakin kronis. "Masalah kemacetan juga menjadi prioritas utama, pasalnya itu sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat," katanya mengakhiri perbincangan.

Seperti diketahui, Irjen Sutarman menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Timur Pradopo yang saat ini menjabat Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri. Sedangkan Irjen Sutarman sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.(ywn)

Berikut biodata Sutarman

Nama lengkap: Sutarman
Tempat Tanggal Lahir: Sukoharjo 05-10-1957
Pangkat : Inspektur Jendral
Jabatan : Kepala Polda Metro Jaya
Istri   :  Elly Sutiarti Sukandi
Putri   : Devina Eko Wati
Putra   : Dicki Dwi
             Danny Trisespianta

Pendidikan :
Akpol      Tahun  1981
PTIK       Tahun  1986
Sespim   Tahun  1996
Sespati   Tahun 2004

Karier:
1. Staf Lantas Polres Bandung Jawa Barat
2. Kapolsek Dayeuh Kolot Polres Bandung
3. Kasat Lantas Polres Sumedang
4. Danki Tar Akpol
5. Kasubbag Dit Pers Polda Metro Jaya 6. Kapolsek Kebon Jeruk
7. Kapolsek Penjaringan
8. Paban Muda III
9. Kabag Bintibmas Polda Nusa
10. Kapolres Bekasi
11. Ajudan Presiden Abdurahman Wahid
12. Kapoltabes Palembang
13. Direskrim Polda Jawa Timur
14. Kapoltabes Surabaya
15. Kapolda Kepulauan Riau
16. Ka Selapa Polri
17. Kapolda Jawa Barat
18. Kapolda Metro Jaya



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
AQillas dad
17/04/2011
Bismillah aja pak.. selama ngejalanin tugas dgn bener2, rakyat dan Allah SWT pasti bantu..
Balas   • Laporkan
judi
09/03/2011
Awal mendapatkan jabatan dengan program seremonia saja selanjutnya terserah anda (rakyat).
Balas   • Laporkan
aphrodites
02/03/2011
gak mungkin preman diberantas..
Balas   • Laporkan
judi | 09/03/2011 | Laporkan
hanya program setelah mendapatkan jabatan, pelaksananya hanya simbolis dan seremonia saja selanjutnya terserah anda (rakyat)
Humisar Sitorus
14/01/2011
selamat menjalankan tugas pak, semoga bapak bisa membawa citra polisi lebih baik dimata masyarakat.
Balas   • Laporkan
lucky
01/01/2011
kitorang ada di papua, tapi kitorang asli jakarta. kitorang tunggu janjimu, selamat bertugas komandan.
Balas   • Laporkan
drazillo
19/11/2010
jangan cuma basmi aja brooo.. cari solusinya juga..... awas ada efek lain yang lebih ngeri dari perkiraanmu...........
Balas   • Laporkan
DARMAWAN
18/11/2010
matan ci di pis gen
Balas   • Laporkan
sarmand
07/11/2010
data inspektur jendral ini kurang lengkap,. kira kira berapa ya jumlah nilai rekeningnya...pasti miliaran,.klo gwe salah, gwe berani lah keliling monas bugil
Balas   • Laporkan
tikus
01/11/2010
Teroris juga punya orangtua. Jadi, untuk para orangtua tolong bina anak-anakmu supaya tidak bodoh sok idealis sehingga diperalat orang/kelompok tertentu untuk bertindak anarkis dengan demo ga jelas, sehingga jadi umpan peluru polisi.
Balas   • Laporkan
prem
29/10/2010
ingat, 'Premanisme' yg diberantas. Mahasiswa anarkis jg bentuk premanisme..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com