METRO

Penjualan Organ Tubuh Anak Gegerkan Tangerang

Polisi dan pemerintah daerah dianggap terlalu lamban menangani kasus ini.
Senin, 23 Agustus 2010
Oleh : Eko Priliawito
Mutilasi di Kalimalang

VIVAnews - Komisi Nasional Perlindungan Anak melakukan investigasi untuk memastikan adanya penculikan anak dengan modus untuk penjualan organ tubuh.

Ketua Komnas Perlidungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyampaikan, berdasarkan informasi dan data yang telah dikumpulkan, sedikitnya ada 14 anak di kawasan Kronjo Tangerang, menjadi korban penculikan.

Bahkan di Desa Jayanti, Tangerang yang berbatasan dengan Cikande, Serang, seorang anak berusia 10 tahun dikabarkan menjadi korban penculikan dengan modus penjualan organ tubuh.

Korban dikembalikan ke rumah dengan kondisi ginjal dan jantung hilang, sementara perutnya ditutup dengan lakban. "Ginjal dan Jantungnya hilang, juga ada uang Rp200 ribu," ujar Arist, Senin 23 Agustus 2010 kepada VIVAnews.

Menurut Arist, kasus ini telah merebak sejak dua tahun lalu, Komnas Perlidungan Anak juga telah meminta pihak kepolisian untuk mengusut dan memberikan rasa aman kepada masyarat.

"Sudah terjadi keresahan masyarakat, merebak isu penculikan dan penjualan organ tubuh. Ramai di Kronjo, Mauk, dan Kresek, Tangerang," ujarnya lagi.

Ditambahkan Arist, keresahan yang sudah lama muncul ini sudah klimaks. Polisi dianggap terlalu lamban menangani kasus ini. Pemerintah daerah setempat juga dianggap tidak peduli dengan persoalan ini.

"Klimaks dari tidak berjalannya polisi masyarakat, dan patroli. Laporan masyarakat belum direspon sebagai penculikan tapi selalu anak hilang," tutup Arist.

Berita Bohong

Sementara itu, Kepala Resor Tangerang Kabupaten, Komisaris Besar Edi Tambunan mengatakan, bahwa kejadian penculikan dengan modus penjualan organ tubuh adalah berita bohong.

"Isu tidak benar dan sampai sekarang tidak ada laporan itu. Semuanya bermula dari SMS berantai yang isinya penculikan anak untuk penjualan organ tubuh," ujarnya kepada VIVAnews.

Polres Kabupaten Tangerang berharap agar warga tidak gampang percaya dengan isu yang menyesatkan itu. Apalagi bila dikatakan ada 700 anak yang akan menjadi korban.

Sebagai upaya nyata, Kapolres turun langsung ke masyarakat untuk bertemu dengan tokoh masyarakat agar menenangkan masyarakat agar tidak percaya dengan isu itu. (umi)

 

 

 

 

 

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found