METRO

Gerbong KRL Perempuan Dipenuhi Laki-laki

Sejatinya, peluncuran gerbong khusus ini untuk mencegah pelecehan seksual.

ddd
Senin, 23 Agustus 2010, 10:14
Kereta Khusus Wanita
Kereta Khusus Wanita (ANTARA/Jafkhair)

VIVAnews – Walau gerbong kereta rel listrik (KRL) sudah dipisah berdasarkan jenis kelamin, nyatanya para penumpang laki-laki tetap saja nekad masuk ke gerbong khusus perempuan.

Salah satu pelanggan KRL, Kholidah, menyatakan pemandangan itu terjadi di gerbong yang ia tumpangi, Senin, 23 Agustus 2010, pukul 08.25 WIB. Yakni, KRL Ekpres rute Depok-Tanah Abang nomor 1.

“Pas saya naik dari Stasiun Pondok Cina, ternyata sudah ada penumpang laki-laki di dalam gerbong,” katanya.

Yang membuat Kholidah heran, sejak dari Pondok Cina sampai ia turun di Stasiun Tebet, tidak ada satu pun petugas KRL yang meminta penumpang laki-laki turun dari gerbong perempuan.

“Dan ternyata, di gerbong khusus perempuan nomor 8 kondisinya juga sama, banyak penumpang laki-laki di sana,” kata Kholidah yang setiap hari kerja, pasti memanfaatkan jasa KRL.

Sulistiyowati, pelanggan KRL lainnya, juga heran dengan makin kendurnya pengawasan terhadap pelanggaran penumpang. Padahal, kata dia, Jumat pekan lalu -- ketika baru sehari diresmikan -- penumpang laki-laki diminta turun oleh petugas PT KA.

“Tapi, sekarang ini kok sudah tidak kelihatan ada petugas lagi ya,” katanya.

Seperti diketahui, dua gerbong khusus perempuan -- 1 dan 8 – diresmikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, di Depok, pada Kamis, 19 Agustus 2010.

Menurut salah satu pejabat PT KA, Mega Rusiandi, peluncuran gerbong khusus ini bertujuan untuk mencegah pelecehan seksual yang terjadi di atas moda transportrasi umum terhadap kaum hawa.

Untuk tahap pertama layanan KRL khusus perempuan baru diberlakukan untuk rute Jakarta-Bogor. Jika kelak jumlah peminatnya bertambah banyak, katanya, PT KA akan menambah layanan lagi.

Lebih lanjut Mega menjelaskan dua gerbong KRL khusus perempuan itu terdiri dari KRL kelas Ekonomi AC dan KRL Ekspres.

Dua rangkaian gerbong KRL khusus tersambung dengan enam gerbong kereta penumpang umum lainnya. Posisi dua gerbong khusus perempuan itu berada di gerbong 1 dan 8. Sedangkan gerbong 2 sampai 7 disediakan untuk penumpang umum. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
otih
23/08/2010
aduh pd kmn petugasnya nich...puasa bkn brrti malas lho..bwt penumpang wanita coba lebih berani negur kalo ada penumpang pria yg naek..daripada tunggu kesadaran petugas..l(cape deh) lebih baik kesadaran sendiri z..
Balas   • Laporkan
sukurin.......
23/08/2010
sukurin.......you
Balas   • Laporkan
astrid
23/08/2010
kalo jml gerbong yg dikhususkan buat wanita sebanyak yg buat pria, rasanya gak ada wanita yg akan duduk di gerbong khusus pria. lagipula kenapa pria harus unjuk rasa dengan adanya gerbong khusus wanita, toh diadakannya gerbong ini akibat dari seringnya k
Balas   • Laporkan
fitri
23/08/2010
Andai saja para petugasnya lebih ketat peraturannya, dan lebih berani menegur laki-laki yg masuk gerbong wanita...dan berani meminta para penumpang wanitanya utk masuk ke gerbong yg sudah disediakan khusus.... Ooohh,andaikan...andaikan...
Balas   • Laporkan
Waluyo
23/08/2010
Jangan hanya bisa bilang, ini sudah budaya bangsa indonesia, budaya bisa dirubah. untuk itu petugasnya harus tegas. Berani Gak...???
Balas   • Laporkan
fallen
23/08/2010
itulah indonesia.. peraturan dan sanksi nya kurang tegas..jadinya malah disepelkan org lain.. lain kali tulis aja di gerbong wanitanya dgn tulisan ini "hanya wanita dan banci yg boleh naik gerbong ini"..
Balas   • Laporkan
ndesit
23/08/2010
baru puasa ..jd agak lemes ......klo diminta patroli
Balas   • Laporkan
Ririen
23/08/2010
wah....kok cuma sebentar ya....jangan2 bulan depan sudah gak ada lagi gerbong khusus buat wanita....
Balas   • Laporkan
Djoko
23/08/2010
Mungkin ini bentuk unjuk rasa, karena wanita tidak mau duduk digerbong yang dikususkan. Dalam kenyataannya gerbong umum dipenuhi juga oleh para wanita.
Balas   • Laporkan
cenomon
23/08/2010
Ahh... Indonesia mah paling bisa buat aturan tp gak bisa menjaga aturan yg dibuatnya sendiri...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com