METRO

Pembunuh Pegawai Bank NISP Kuli Bangunan

Masih dalam penyidikan dan motivasi pembunuhan akan terus di dalami
Senin, 16 Agustus 2010
Oleh : Eko Priliawito

VIVAnews – Hingga kini Polsek Bogor Barat masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa pembunuhan Doni Alexander, 37 tahun, pegawai Bank OCBC NISP, oleh pekerja bangunan bernama Wawan, 19.

Korban Doni ditemukan tewas karena luka tusuk pada bagian tangan, kepala, perut dan leher. Sementara tersangka Wawan, yang telah diamankan dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Marjuki Mahdi karena jari tangannya nyaris putus.

Penyidikan terhadap Wawan untuk mencari tahu motivasi pembunuhan ini belum bisa dilakukan petugas, karena tersangka masih berada di rumah sakit.

Polisi telah melakukan penyelidikan di rumah korban, di Perumahan Griya Melati Blok D2 No 17, RT 4 RW 13, Bubulak, Bogor Barat. Peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB, pertama kali diketahui satpam perumahan tersebut setelah mendengar keributan di rumah Doni.

Warga yang juga mendendar keributan itu mendapati Doni sudah tergelatak di teras rumah, dan di garasi. Warga melihat Wawan berlumuran darah sambil memegang pisau.

"Kami mendengar suara teriakan. Doni dan Wawan ada di teras rumah berlumuran darah," ungkap, salah seorang warga bernama Wiki.

Wawan langsung diamankan petugas keamanan dan diserahkan ke Polsek Bogor Barat. Sedangkan jenazah Doni dibawa ke RS PMI untuk diotopsi. "Wawan mengaku membunuh karena ingin digagahi Doni. Dia terpaksa membunuh katanya," ujarnya Wiki lagi.

Kapolsek Bogor Barat, Ajun Komisaris Hida Tjahyono mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif dan kronologis pembunuhan. Pisau dapur untuk membunuh juga telah diamankan sebagai barang bukti.

"Akan kami dalami mengenai motivasi pembunuhan itu," ujar Kapolsek, Senin 16 Agustus 2010.

Dugaan awal pembunuhan karena persoalan utang piutang. Pelaku dan korban sudah saling kenal sejak lama. Ada dugaan juga kalau keributan dipicu karena adanya ajakan untuk berhubungan seksual dari Doni.

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found