METRO

Awas, Jangan Beli Bangku Kosong Sekolah

Jika ketahuan, dipastikan siswa tidak diberi Nomor Induk Siswa Nasional.
Selasa, 13 Juli 2010
Oleh : Siswanto, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews – Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Taufik Yudhi Mulyanto, mengingatkan orang tua siswa agar tidak membelikan putra-putrinya bangku kosong sekolah.

Jika ketahuan, dipastikan siswa tidak diberi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).
Jika siswa sampai tidak memiliki NISN, kata Taufik, mereka termasuk golongan siswa ilegal. Mereka tidak dapat mengikuti Ujian Nasional (UN).

“Jadi, jangan terbuai dengan bujukan oknum yang menawarkan jatah bangku kosong selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini,” kata Taufik, Selasa 13 Juli 2010.

Peringatan terhadap orang tua siswa diberikan karena Taufik curiga masih ada oknum pegawai Disdik yang mencari keuntungan pribadi dengan cara memanfaatkan banyaknya bangku kosong.

Seperti diketahui, pada PPDB Tahap I tingkat SMA/SMK, terdapat 2.053 siswa yang lulus pada tahap ini tidak mendaftar ulang lagi. Rinciannya, untuk SMA sebanyak 1.190 siswa dan SMK 863 siswa. Ini berarti masih ada ribuan kursi kosong.

Untuk mencegah jual beli bangku kosong, selain mengingatkan orang tua siswa, Disdik juga akan mengetatkan pengawasan terhadap keberadaan bangku kosong di setiap sekolah. PPDB Tahap I diikuti 68.295 peserta, 43.977 peserta di antaranya dinyatakan lulus ujian.

TERKAIT