METRO

Musim Kawin Kontrak di Puncak Mulai Tiba

Musim liburan dan kawin kontrak akan ramai pada Juni hingga Agustus.
Selasa, 4 Mei 2010
Oleh : Eko PriliawitoAyatullah Humaeni
Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat

VIVAnews - Musim liburan bagi warga Arab di Bogor sudah tiba, banyak tempat peristirahatan seperti vila, bungalow dan home stay di kawasan Puncak yang kini diisi warga Arab.

Bersama dengan musim liburan itu, datang pula musim kawin kontrak. Banyak warga Arab yang sengaja datang untuk menikmati liburan mereka dengan perempuan-perempuan,tepatnya di kawasan Warung Kaleng, Kecamatan Cisarua, Bogor. Padahal biasanya musim kawin kontrak batu tiba pada Juni hingga Agustus.

Data yang dihimpun VIVAnews, Peningkatan pengunjung saat ini mencapai lebih dari 50 persen. Salah satunya di vila Tjokro, yang terletak di Kecamatan Cisarua. Dari 158 kamar dari 59 bangunan vila atau bungalow Tjokro yang berada di area kawasan Warung Kaleng itu kini sudah hampir setengahnya terpesan.

Sebagaimana yang diungkapkan, salah seorang petugas resepsionis di vila
tersebut, pemesanan kamar umumnya dilakukan melalui telepon. Pemesanan kamar rata-rata untuk satu minggu hingga satu bulan, hingga Agustus nanti.

"Sudah banyak yang terpesan. Ada yang untuk satu minggu dan ada yang untuk satu bulan.

Informasi yang dikumpulkan, khusus di kawasan Warung Kaleng atau dikenal para orang Arab dengan ’Jabal’ (gunung dalam bahasa Arab), jumlah vila yang digunakan untuk para pria Arab dan pasangan kawin kontraknya hidup bersama, telah lebih dari 80 vila.

Memang pada bulan Juni hingga Agustus, kawasan puncak yang kerap
dijadikan tempat wisata itu berubah menjadi kawasan yang dipenuhi pria
Arab. Para pria Arab tersebut mendatangi kawasan puncak bukan untuk
berwisata, melainkan melakukan kawin kontak dengan para wanita di
kawasan itu.

Kawin kontrak dipilih para pria  drai Timur Tengah ini karena persyaratannya lebih mudah dibandingkan harus nikah resmi. Hanya dengan emas kawin sebesar Rp 4 juta hingga Rp 6 juta, mereka bisa memiliki wanita-wanita cantik dan menjadikannya istri sementara waktu.

Pelaksanaan kawin kontrak tersebut dilakukan tanpa penghulu. Melainkan hanya seorang saksi. Bahkan saksinya sendiri tidak jarang hanya seorang calo yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Para pelaku kawin kontrak, umumnya bukanlah warga asli Cisarua. Mereka yang kawin kontrak itu berasal dari luar Bogor . Untuk wanitanya berasal dari Sukabumi, Cianjur serta Bandung. Sedangkan prianya berasal dari Timur-Tengah.

Informasi yang diperoleh, dalam proses kawin kontrak tersebut, sang wanita tidak bisa menerima mahar sebesar itu secara utuh.

Seperti keterangan dari Nisa (nama samaran), salah seorang pelaku kawin kontrak. Sebesar 50 persen dari mahar harus disetorkan kepada calo yang mempertemukan dirinya dengan pria Arab tersebut.

Tidak hanya sampai di situ, terkadang sisa uang mahar yang diterima si wanita itu juga harus dipotong lagi. Tapi jika beruntung, wanita yang dikawin kontrak akan mendapatkan uang hingga puluhan juta selama menemani pria-pria Arab itu. (umi)

Laporan: Ayatullah Humaeni| Bogor

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found