METRO

Musim Kawin Kontrak di Puncak Mulai Tiba

Musim liburan dan kawin kontrak akan ramai pada Juni hingga Agustus.

ddd
Selasa, 4 Mei 2010, 15:21
Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat
Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat (jabar.go.id)

VIVAnews - Musim liburan bagi warga Arab di Bogor sudah tiba, banyak tempat peristirahatan seperti vila, bungalow dan home stay di kawasan Puncak yang kini diisi warga Arab.

Bersama dengan musim liburan itu, datang pula musim kawin kontrak. Banyak warga Arab yang sengaja datang untuk menikmati liburan mereka dengan perempuan-perempuan,tepatnya di kawasan Warung Kaleng, Kecamatan Cisarua, Bogor. Padahal biasanya musim kawin kontrak batu tiba pada Juni hingga Agustus.

Data yang dihimpun VIVAnews, Peningkatan pengunjung saat ini mencapai lebih dari 50 persen. Salah satunya di vila Tjokro, yang terletak di Kecamatan Cisarua. Dari 158 kamar dari 59 bangunan vila atau bungalow Tjokro yang berada di area kawasan Warung Kaleng itu kini sudah hampir setengahnya terpesan.

Sebagaimana yang diungkapkan, salah seorang petugas resepsionis di vila
tersebut, pemesanan kamar umumnya dilakukan melalui telepon. Pemesanan kamar rata-rata untuk satu minggu hingga satu bulan, hingga Agustus nanti.

"Sudah banyak yang terpesan. Ada yang untuk satu minggu dan ada yang untuk satu bulan.

Informasi yang dikumpulkan, khusus di kawasan Warung Kaleng atau dikenal para orang Arab dengan ’Jabal’ (gunung dalam bahasa Arab), jumlah vila yang digunakan untuk para pria Arab dan pasangan kawin kontraknya hidup bersama, telah lebih dari 80 vila.

Memang pada bulan Juni hingga Agustus, kawasan puncak yang kerap
dijadikan tempat wisata itu berubah menjadi kawasan yang dipenuhi pria
Arab. Para pria Arab tersebut mendatangi kawasan puncak bukan untuk
berwisata, melainkan melakukan kawin kontak dengan para wanita di
kawasan itu.

Kawin kontrak dipilih para pria  drai Timur Tengah ini karena persyaratannya lebih mudah dibandingkan harus nikah resmi. Hanya dengan emas kawin sebesar Rp 4 juta hingga Rp 6 juta, mereka bisa memiliki wanita-wanita cantik dan menjadikannya istri sementara waktu.

Pelaksanaan kawin kontrak tersebut dilakukan tanpa penghulu. Melainkan hanya seorang saksi. Bahkan saksinya sendiri tidak jarang hanya seorang calo yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Para pelaku kawin kontrak, umumnya bukanlah warga asli Cisarua. Mereka yang kawin kontrak itu berasal dari luar Bogor . Untuk wanitanya berasal dari Sukabumi, Cianjur serta Bandung. Sedangkan prianya berasal dari Timur-Tengah.

Informasi yang diperoleh, dalam proses kawin kontrak tersebut, sang wanita tidak bisa menerima mahar sebesar itu secara utuh.

Seperti keterangan dari Nisa (nama samaran), salah seorang pelaku kawin kontrak. Sebesar 50 persen dari mahar harus disetorkan kepada calo yang mempertemukan dirinya dengan pria Arab tersebut.

Tidak hanya sampai di situ, terkadang sisa uang mahar yang diterima si wanita itu juga harus dipotong lagi. Tapi jika beruntung, wanita yang dikawin kontrak akan mendapatkan uang hingga puluhan juta selama menemani pria-pria Arab itu. (umi)

Laporan: Ayatullah Humaeni| Bogor



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bambang.bowo
23/08/2011
bagi yang punya anak gadis ini kesempatan mendapatkan modal.......apalagi orang2 arab adalah cicit nabi besar agama Islam
Balas   • Laporkan
supriyo
17/08/2010
FPI mana nyalimu utk memberantas kawin kontrak ayo donk kita serang majuuuuuu serbuuuuu
Balas   • Laporkan
Mularso
06/05/2010
Assallammualaikum. wr.wb. Saya setuju dengan pendapat sdr. Ahmad. Namun, untuk menyalurkan investasi mereka ( orang Arab ) ke arah positip tentulah masyarakat Indonesia juga harus berbenah. Misalnya, yang penting kita berantas kemiskinan, buat rakyat jad
Balas   • Laporkan
jambul
04/05/2010
waduh, ini sudah mencoreng muka indonesia dan syariat islam. FPI dan ormas islam kudu bertindak segera!!!! Polisi mana punya nyali......
Balas   • Laporkan
Ahmad
04/05/2010
Pria pria Arab adalah para cucu dan cicit Nabi besar kita, karena itu harus di hormati, dan mereka datang sebagai tamu membawa petro dollar handak menghamburkan petro dollar nya di sini dan jangan di persulit, arah kan penyaluran dollar mereka ke investas
Balas   • Laporkan
Harris
04/05/2010
Laporkan ke FPI aja, pasti bangunan untuk kegiatan mesum kawin kontrak tersebut dibakar habis! Bangunan yang ber IMB tapi untuk kegiatan rohani agama lain di Cisarua aja dibakar!
Balas   • Laporkan
Panusuk
04/05/2010
Masyarakat seolah tutup mata pada fenomena prostitusi yg berlindung pada penerapan undang-undang yg lemah, dan dimanfaatkan para hidung belang dg aman. Ulama dan ustadz bisa berperan meluruskan hal ini, semoga.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id