METRO

Kisah Panjang Makam Keramat Mbah Priok

Upaya membongkar makam Mbah Priok di Koja, bukan kali ini saja. Semua gagal.

ddd
Kamis, 15 April 2010, 06:28
Rusuh di depan makam mbah Priok
Rusuh di depan makam mbah Priok  

VIVAnews - Darah tertumpah di muka makam keramat Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, Rabu 14 April 2010. Kerusuhan antara aparat dan warga diwarnai berbagai aksi kekerasan.

Ada yang tewas tergeletak, sementara korban-korban lain berjatuhan karena sabetan kelewang, diinjak-injak, dan jadi sasaran pukulan -- demi sebuah tanah makam.

Bagi warga masyarakat, Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad al Haddad bukan tokoh biasa. Dia adalah penyebar agama Islam dan seorang tokoh yang melegenda. Namanya bahkan jadi cikal bakal nama kawasan Tanjung Priok.

Mbah Priok bukan orang asli Jakarta. Dia dilahirkan di Ulu, Palembang, Sumatera Selatan pada 1722 dengan nama Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A.

Al Imam Al Arif Billah belajar agama dari ayah dan kakeknya, sebelum akhirnya pergi ke Hadramaut, Yaman Selatan, untuk memperdalam ilmu agama.

Menjadi penyebar syiar Islam adalah pilihan hidupnya. Pada 1756, dalam usia 29 tahun, dia pergi ke Pulau Jawa.

Al Imam Al Arif Billah tak sendirian, dia pergi bersama Al Arif Billah Al Habib Ali Al Haddad dan tiga orang lainnya menggunakan perahu.

Konon, dalam perjalanannya, rombongan dikejar-kejar tentara Belanda. Namun, mereka tak takluk.

Dalam perjalanan yang makan waktu dua bulan, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak. Semua perbekalan tercebur, tinggal beberapa liter beras yang tercecer dan periuk untuk menanak nasi.

Suatu saat rombongan ini kehabisan kayu bakar, bahkan dayung pun habis dibakar. Saat itu, Mbah Priok memasukan periuk berisi beras ke jubahnya. Dengan doa, beras dalam periuk berubah menjadi nasi.

Cobaan belum berakhir, beberapa hari kemudian datang ombak besar disertai hujan dan guntur. Perahu tak bisa dikendalikan dan terbalik. Tiga orang tewas, sedangkan Al Imam Al Arif Billah dan Al Arif Billah Al Habib harus susah payah mencapai perahu hingga perahu yang saat itu dalam posisi terbalik.

Dalam kondisi terjepit dan tubuh lemah, keduanya salat berjamaah dan berdoa. Kondisi dingin dan kritis ini berlangsung 10 hari, sehingga wafatlah Al Imam Al Arif Billah.

Sedangkan Al Arif Billah Al Habib alam kondisi lemah duduk diatas perahu disertai priuk dan sebuah dayung -- terdorong ombak dan diiringi lumba-lumba menuju pantai.

Kejadian itu disaksikan beberapa orang yang langsung memberi bantuan. Jenazah Al Imam Al Arif Billah dimakamkan. Dayung  yang yang sudah pendek ditancapkan sebagai nisan. Di bagian kaki ditancapkan kayu sebesar lengan anak kecil -- yang akhirnya tumbuh menjadi pohon tanjung.

Sementara periuk nasi yang bisa menanak beras secara ajaib ditaruh di sisi makam. Konon -- periuk tersebut  lama-lama bergeser dan akhirnya sampai ke laut.

Banyak orang mengaku jadi saksi, 3 atau 4 tahun sekali periuk itu timbul di laut dengan ukuran sebesar rumah.

Berdasarkan kejadian itu, daerah tersebut akhirnya dinamakan dengan Tanjung Priuk, ada juga yang menyebut Pondok Dayung -- yang artinya dayung pendek.  Nama Al Imam Al Arif Billah pun dikenal jadi 'Mbah Priok'.

Rekan perjalanan Mbah Priok, Al Arif Billah Habib Ali Al Haddad dikabarkan sempat menetap di daerah itu. Dia lalu melanjutkan perjalanannya hingga berakhir di Sumbawa.

****
Dikisahkan, rencana pembongkaran makam Mbah Priok bukan kali ini saja.

Konon, ketika Belanda berkuasa, pemerintah kolonial ingin membongkar makam ini tiba terdengar ledakan keras dan sinar dari dalam makam, sehingga urung dibongkar.

Pada era Orde Baru, pembongkaran juga direncanakan. Namun yang terjadi, buldozer untuk membongkar makam yang dikeramatkan itu meledak. Korban jiwa pun jatuh.

Rencana pembongkaran terakhir sebenarnya direncanakan sejak 2004 lalu. Namun, baru hari ini terealisasi.

Ratusan Satpol PP dibantu kepolisian mengeksekusi lahan -- yang menurut instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan -- berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter persegi.

Pemerintah DKI berdalih tidak akan membongkar makam. Kepala Bidang Informasi dan Publikasi Pemprov DKI Cucu Ahmad Kurnia mengatakan makam itu akan dijadikan monumen dan cagar budaya. Bukan digusur.

Apalagi, kata Cucu, jasad Mbah Priok sudah tidak ada di sana. Jasad itu sudah dipindahkan ke TPU Semper.

Menurut surat Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta pada 10 Februari 2009, jasad Mbah Priok dipindahkan pada 21 Agustus 1997. Sebagian lagi jasadnya dibawa ahli waris ke luar kota.

 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
theken
19/09/2012
kekasih Allah. di sepelekan.. !!!!!
Balas   • Laporkan
jaya sempurna
19/09/2010
laa,ilahaillalloh.sesungguh nya wali allah rahasia allah dan kekasihnya.
Balas   • Laporkan
nuno
15/07/2010
belum pernah kwalat x..ya
Balas   • Laporkan
tofan
24/06/2010
biarkan pemerintah bertindak keras dan rakyat takan gentar walau tank tank menghadang semua itu takan ada artinya bagi warga tanjung priuk,,,
Balas   • Laporkan
Reno
15/05/2010
Sudah sewajarnya kita bersikap dewasa agar kejadian ini tidak terulang kembali.
Balas   • Laporkan
isa
03/05/2010
namanya aja warga biasa ya gak ngerti agama.....itulah sifat Jaaiz bagi Allooh....boleh mematikan siapa aja & dengan usia berapa aja juga di mana aja...termasuk anda tidak di matikan oleh Allooh agar cepet2 taubat kepadaNya...dari pemikiran sesat anda...?
Balas   • Laporkan
isa
03/05/2010
di dlm Hasits Qudsy Allooh berfirman : man aadzaaniy waliiyan faqod aadzantu bi charbin (au kamaa qoola) : artinya kurang lebih : Barang siapa menggangguku waliku maka aku umumkan perang terhadapnya......!!!!.....jangan ganggu para Auliyaa" karena Allooh
Balas   • Laporkan
cinta rosulullah
28/04/2010
klo semua cinta kpd rosulullah sampai keturunannya pasti tdak berani macam dg makam mbah priok namun hati mereka buta dan gelap tidak cinta pada auliya'dan orang2 sholeh yg dekat dg rosul jadinya bersifat arogan sewenang-wenang,menghalalkan sgala cara...
Balas   • Laporkan
Khoirul Anisa
27/04/2010
pak gubenurnya benar mikir pakai dengkul
Balas   • Laporkan
abu abdillah
23/04/2010
q adalah salah satu satu orang yang py hubungan baik sm mbah priok, sy biasa ngnrol sama beliauy dan ingat saya ini termasuk waliu besar, macam macam sm mbah priok hadapi saya,,,,s
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com