METRO

Daftar Denda Tilang untuk Pesepeda Motor

Jika tak menggunakan helm standar, denda Rp 250 ribu siap menunggu Anda.

ddd
Minggu, 11 April 2010, 07:22
Sepeda Motor
Sepeda Motor (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Denda tilang untuk pesepeda motor cukup menakutkan. Jika Anda tak menyalakan lampu utama di siang hari, denda Rp 100 ribu menunggu.

Berikut sejumlah sanksi pelanggaran lalu lintas terkait pengendara sepeda motor berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan seperti dilansir Traffic Management Centre Polda Metro Jaya:

- Pengendara sepeda motor tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari denda maksimal Rp 100 ribu Pasal 293 ayat (2) jo Pasal 107 ayat (2).

- Pengendara sepeda motor tidak mengenakan Helm Standard Nasional Indonesia denda maksimal Rp 250 ribu Pasal 291 ayat (1) Jo Pasal 106 ayat (8).

- Pengendara sepeda motor membiarkan penumpangnya tidak menggunakan Helm denda maksimal Rp 250 ribu Pasal 291 ayat (2) Jo Pasal 106 ayat (8).

- Pengendara sepeda motor mengangkut penumpang lebih dari satu orang tanpa kereta samping denda maksimal Rp 250 ribu Pasal 292 Jo Pasal 106 ayat (9)

- Pengendara sepeda motor tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, meliputi kaca, spion, klakson, lampu Utama, lampu rem, lampu penunjuk jalan, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban denda maksimal Rp 250 ribu Pasal 285 ayat (1) jo Pasal 106 ayat (3), dan Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3).

Berdasarkan Pasal 267 ayat (3) dan ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan terhadap pelanggar yang tidak hadir di sidang pengadilan, maka denda yang dititipkan ke bank adalah sebesar jumlah denda maksimal untuk setiap pelanggaran.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
andi
31/01/2011
saya sangt setuju dengan diadakanya penertiban seperti ini, namun mohon di pihak kepolisian jangan menyalahgunakan keadaan ini. mohon pimpinan polisi lebih tegas... dan polisi agar lebih mengerti keadaan dari pengendara, supaya polisi tidak di takuti.
Balas   • Laporkan
mj wonk
05/05/2010
setuju dgn bung markus, mungkin ini dpt mnjadi celah baru u/ pihak yg ingin memanfaatkan keadaan. pngalaman tmn sy, dy di tilang gr2 "heml'y ga ada tulisan SNI. Pdhl udah jls2 helm'y DOT". SNI kan cm standar nasional, sdngkan DOT udah standar internasion
Balas   • Laporkan
mj wonk
05/05/2010
setuju dgn bung markus, mungkin ini dpt mnjadi celah baru u/ pihak yg ingin memanfaatkan keadaan. Pngalaman tmn sy, dy di tilang gr2 "heml'y ga ada tulisan SNI. Pdhl udah jls2 helm'y DOT". SNI kan cm standar nasional, sdngkan DOT udah standar internasio
Balas   • Laporkan
mj wonk
05/05/2010
setuju dgn bung markus, mungkin ini dpt mnjadi celah baru u/ pihak yg ingin memanfaatkan keadaan. pngalaman tmn sy, dy di tilang gr2 "heml'y ga ada tulisan SNI. Pdhl udah jls2 helm'y DOT". SNI kan cm standar nasional, sdngkan DOT udah standar internasion
Balas   • Laporkan
tan wonk
05/05/2010
setuju dgn bung markus, mungkin ini dpt mnjadi celah baru u/ pihak yg ingin memanfaatkan keadaan. pngalaman tmn sy, dy di tilang gr2 "heml'y ga ada tulisan SNI. Pdhl udah jls2 helm'y DOT". SNI kan cm standar nasional, sdngkan DOT udah standar internasion
Balas   • Laporkan
schwartz
12/04/2010
aturan itu kan dibuat untuk melindungi warga negara. kalau gak mau kena denda, ya pakai yang sesuai aturan: JELAS AMAN !! ngapain pakai yang gak bagus buat melindungi badan kita?
Balas   • Laporkan
ali Muksin
12/04/2010
Kami sebagai masyarakat setuju, karena mayarakat kita Tanpa shoktreapi seperti itu cebrung menyepelekan peraturan Lalulintas yg terpenting adalah adanya tindakan tegas Aparat adalam melaksakan ketertiban umum ini, karena lebih banyak aparat mengutip untuk
Balas   • Laporkan
ali Muksin
12/04/2010
Kami sebagai masyarakat setuju, karena mayarakat kita Tanpa shoktreapi seperti itu cebrung menyepelekan peraturan Lalulintas yg terpenting adalah adanya tindakan tegas Aparat adalam melaksakan ketertiban umum ini, karena lebih banyak aparat mengutip untuk
Balas   • Laporkan
ander
11/04/2010
Ironis.. Kepolisian sangat serius jika menilang pengendara sepeda motor dengan menggunakan pasal-pasal yang menguntungkan mereka saja. Sedangkan pasal terakhir (Pasal 267 ayat (3) dan ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009)?? Jangankan bisa setor Bank, apakah ad
Balas   • Laporkan
RamboEdan
11/04/2010
Cara Halal untuk Memeras ....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com