METRO

Ini Denda Tilang UU Lalu Lintas Baru

Hal ini dilakukan agar pengguna jalan sadar akan ketertiban dan aturan berlalu lintas.

ddd
Kamis, 1 April 2010, 15:37
Sosialisasi sepeda motor nyalakan lampu dan melaju di lajur kiri
Sosialisasi sepeda motor nyalakan lampu dan melaju di lajur kiri (Antara/ Puspa Perwitasari)

VIVAnews - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terus melakukan sosialisasi UU No. 22 Tahun 2009, Tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Hal ini dilakukan agar pengguna jalan sadar akan ketertiban dan aturan berlalu lintas.

Sebagai upaya sosialisasi ini adalah daftar pelanggaran dan denda maksimal bagi pelanggaran yang dikeluarkan Traffic Managemen Center, Kamis 1 April 2010:

Setiap orang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka Jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan dikenakan denda Rp 250 ribu.

Setiap pengguna jalan tidak mematuhi perintah yang diberikan petugas dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas dikenakan denda Rp 250 ribu.

Setiap Pengemudi tidak membawa SIM kena denda Rp 250 ribu, tidak memiliki SIM kena denda Rp 1 juta, tidak dilengkapi dengan STNK atau STCK kena denda Rp 500 ribu, tidak dipasangi tanda nomor kendaraan kena denda Rp 500 ribu.

Kendaraan bermotor di jalan dipasangi perlengkapan yang dapat menganggu keselamatan kena denda Rp 500 ribu, tidak mengenakan Sabuk Keselamatan denda Rp 250 ribu, tidak menyalakan lampu utama pada malam hari kena denda Rp 250 ribu, menggandengan dan penempelan kendaraan kena denda Rp 250 ribu.

Melanggar aturan gerak lalu litas atau tata cara berhenti kena denda Rp 250 ribu, melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah kena denda Rp 500.

Membelok atau berbalik arah tidak memberikan isyarat denda Rp 250 ribu, melanggar rambu atau marka denda Rp 500 ribu, melanggar alat pemberi isyarat lalu lintas denda Rp 500 ribu.

Melakukan kegiatan lain saat mengemudi yang mengakibatkan gangguan konsentrasi mengemudi kenda denda Rp 750 ribu, tidak berhenti ketika sinyal kereta sudah berbunyi denda Rp 750 ribu.

Berhenti dalam Keadaan darurat tanpa memasang segitiga pengaman, lampu isyarat bahaya kena denda Rp 500 ribu.

Tidak memberi Prioritas pada kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan, kendaraan pimpinan lembaga negara, kendaraan pejabat negara asing dan tamu negara dan pengantar jenazah dikenakan denda Rp 250 ribu.

Tidak mengutamakan pejalan kaki atau pesepeda kena dendar Rp 500 ribu.

Pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih tidak dilengkapi ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dendar Rp 250 ribu.

Pengemudi atau Penumpang yang duduk disamping pengemudi tidak menggunakan sabuk keselamtan kena denda Rp 250 ribu.

Tidak melengkapi persyaratan teknis seperti kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu batas tanda batas Dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, atau penghapus kaca kena denda Rp 500 ribu.

Pengemudi kendaraan bermotor umum atau angkutan orang tidak dilengkapi dengan surat keterangan uji berkala kena denda Rp 500 ribu.

Tidak singgah di terminal sesuai izin trayek denda Rp 250 ribu, tanpa izin dalam trayek denda Rp 500 ribu, tidak mengunakan lajur yang telah ditentukan atau tidak menggunakan lajur paling kiri denda Rp 250 ribu.

Pintu tidak ditutup selama kendaraan berjalan kena denda Rp 250 ribu, mengetem, menaikkan dan turunkan penumpang tidak di halte denda Rp 250 ribu.

Pengendara Sepeda Motor:

Tidak menyalakan lampu utama pada siang hari denda Rp 100 ribu, helm standart denda Rp 250 ribu, penumpangnya tidak mengenakan helm denda Rp 250 ribu, mengangkut penumpang lebih dari satu orang denda Rp 250 ribu.

Tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, meliputi : kaca spion, klakson, ampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, atau alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban denda Rp 250 ribu.

Pengendara dengan sengaja berpegangan pada kendaraan lain untuk ditarik, menarik benda yang dapat membahayakan pengguna jalan lain denda Rp 100 ribu.

Balapan liar di jalanan akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Leonarta
07/07/2011
Saya baru kena 'terobos' lampu merah di suruh bayar 500.000 padahal saya mengaku salah. Apakah segitu mahal?
Balas   • Laporkan
Feber Ndruru
14/06/2011
Terus bagaimana dengan para ojek di kecamatan-Kecamatan...???? mereka rata tidak ada lengkap koq.. bebas ja...??? bahkan ada yang tidak memenuhi kelengkapan teknis kendaraan..????? mereka rata-rata juga lolos dari hadapan Polisi Lalu Lintas.. hehehehe
Balas   • Laporkan
Raphael Budiputra
07/04/2010
Yang digembar-gemborkan adalah denda untuk pemakai jalan, bgmana dgn kewajiban negara menyediakan sarana & prasarana yang layak. kita lihat aja masih buanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak jalan yang berlubang & nggak rata yang membahayakan pengguna jalan ??? Tolong
Balas   • Laporkan
Yohanes Richard
07/04/2010
mayan mahal juga...tapi paling tidak melanggar kecepatan dendanya murah cm 500 perak :D Thx gan buat infonya
Balas   • Laporkan
Najib
07/04/2010
Sebenernye, apa ya tugas POLISI...? Melindungi & melayani masyarakat, atau menghabisi uang masyarakat..? bgmn dengan anggota dewannya..? apa uu tsb sdh dikaji dan di pahami denga baik..? bgmn dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah dan hanya dengan m
Balas   • Laporkan
yustin
06/04/2010
setuju..sebenernya undang2 itu untuk membantu menyadarkan kita agar tertib dan sebenernya itu semua membantu kita karena semua persyaratan di atas tersebut untuk memberikan perlindungan terhadap keselamatan kita dan orang lai...TAPIIIIII...kenapa selalu U
Balas   • Laporkan
projustitia
06/04/2010
ini negara hukum bagaimana helm yang sudah dipunyai padahal mutunya bisa jadi lebih dari SNI, bisa diputihkan ngak? atau harus dipulangkan kepada menteri keuangan untuk dibeli kembali dan diganti dengan yang ber SNI?
Balas   • Laporkan
projustitia
06/04/2010
Kalau semua dihitung dengan uang, polisi yang buat tilang mendapatkan royalti berupa komisi/bonus paling kurang rp. 100.000, enak ya jadi polisi gitu, di kantor dapat duit, di jalan dapat duit.. cara halal dapat uang dengan UU.
Balas   • Laporkan
dhea
04/04/2010
nah kebanyakan nilang anu itu wong petugas aja banyak yang berantakan alias melanggar trus uang tilang nya kemanain mau dimakan sendiri. bikin aturan kok seenak dewek
Balas   • Laporkan
smart girl
02/04/2010
Please deh....gitu aja kok repot. kalau gak mau kena denda, gampang banget kok " CUKUP BAYAR 2500, DUDUK MANIS DI ANGKOT " Simple kan..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com